Polres Muna : Tidak Ada “Adu Domba” Terkait Teror Kamtibmas Jelang PSU Jilid II – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Polres Muna : Tidak Ada “Adu Domba” Terkait Teror Kamtibmas Jelang PSU Jilid II

KOLAKA POS, RAHA – Kasat Intelkam Polres Muna Iptu Syariddin, membantah pernyataan yang dilontarkan Pj Bupati Muna Muhammad Zayat Kaimoeddin, yang menganggap bahwa sejumlah rentetan peristiwa kebakaran hingga teror, serta mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Muna, khususnya dalam Kota Raha jelang pemungutan suara ulang (PSU) jilid II di 2 TPS pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Muna, yang akan di gelar 19 Juni mendatang itu merupakan “Adu Domba”.

Bahkan, Kasat Intelkam Polres Muna itu, melontarkan pernyataan keras tidak sepakat terhadap pernyataan yang menyebut bahwa Intel tidak bekerja profesional dalam menjaga keamanan dalammencegah terjadinya teror kamtibmas di Kota Raha.

Menurut Iptu Syariddin anggota Polri khususnya Intelkam Polres Muna sudah bekerja maksimal dalam menjaga stabilitas Kamtibmas di Kabupaten Muna Khususnya Kota Raha. Bahkan, anggota Intelkam Polres Muna tidak pernah tidur pada malam hari.

“Tidak sepakat Intel dikatakan tidak profesional atau tidak bekerja. Karena kenapa? Kita saja sudah kerja setiap malam. Bahkan kita sampai pagi tidak tidur hanya untuk menjaga keamanan dalam masyarakat,” tegas Syariddin saat ditemuiKolaka Pos di Mapolres Muna, Kamis (9/6).

“Tidak hanya itu, adu domba itu menurut kami tidak ada seperti itu. Karena kita bisa lihat sendiri bagaimana suhu politik yang ada di Muna ini. Masyarakat yang tidak mengerti apa-apa atau anak-anak kecil, mereka sudah berbicara masalah politik. Jadi bicara ‘adu domba’ itu, kalau kami tidak sependapat yang mengatakan adu domba,” cetusnya.

Olehnya itu, Syariddin menghimbau masyarakat Kabupaten Muna agar bersama-sama menjaga kamtibmas jelang PSU Kada, agar situasi keamanan di dalam masyarakat tetap kondusif. Bahkan menurutnya, dibutuhkan sinergisitas antara masyarakat dan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan agar tetap kondusif.

“Apabila masyarakat menemukan kejanggalan atau mendapatkan informasi yang dapat menimbulkan keresahan dalam masyarakat, segera mungkin menyampaikan kepada pihak kepolisian atau kami anggota Intel,” tandasnya. (m1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top