Pendukung CTB Resah? – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Pendukung CTB Resah?

FOTO : ist/Kolaka Pos Muh. Jafar (baju merah) bersama Haji Anto pemilik Warkop ternama di Kota Kendari.

KOLAKA POS, LASUSUA – Simpang siur maju tidaknya Muh. Jafar di Pilkada Kolaka Utara hingga kini menjadi bola panas. Tak ayal, hal tersebut membuat pendukung akronim Caleg Tanpa Baliho (CTB) pada Pilcaleg 2014 lalu ini resah.

Seperti yang diungkapkan tokoh pemuda Walasiho, Teli. Menurutnya, ada wacana jika Muh. Jafar bakal berpasangan dengan Ulfa Haeruddin Pawelloi, untuk sama-sama bertarung di Pilkada Kolut 2017 mendatang. Namun, hingga kini belum ada kepastian, maju tidaknya Muh. Jafar.

“Kami tentunya sangat mengharapkan agar pak Jafar ambil bagian di Pilkada Kolut. Nah, kalau pak Jafar jadi berpasangan dengan bu Ulfa, maka kita akan berjuang bersama-sama. Tapi kalau tidak, mungkin tunggu dulu. Sebab, saya tahu betul karakter pak Jafar, karena beliau (Muh. Jafar, red) bukan nanti mau Pilcaleg baru dia mau datang temui masyarakat. Dia (Muh. Jafar, red) banyak memberi support sosial masyarakat,” ungkapnya.

Bahkan ia terang-terangan menyatakan, masyarakat Bumi Patampanua sangat merespon jika nantinya Ulfa Haeruddin Pawelloi bisa berduet dengan Muh. Jafar.

“Kapan amanah masyarakat ini tidak direspon dengan baik, mungkin akan ada gejolak-gejolak di Kolut. Malah ada yang bilang, apalagi masalahnya kenapa tidak cepat direspon? Agar mereka (Ulfa Haeruddin Pawelloi dan Muh. Jafar, red) berpasangan, supaya cepat kita kerja. Ini bukan lagi bahasa tubuh, tapi respon positif. Memang sebelumnya pendukung pak Jafar sudah tersebar, tapi karena ada isu bahwa pak Jafar akan maju, maka semuanya kembali,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan koordinator mobil angkutan Tobaku, Andi Udda. Awalnya, ia sudah memiliki figur yang bakal didukung dalam Pilkada Kolut 2017 mendatang. Tapi, dengan masuknya nama Muh. Jafar, yang digadang-gadang bakal berpasangan dengan Ulfa Haeruddin Pawelloi, ia langsung menyatakan sikap siap melepas kandidat yang didukungnya.

“Tatkala Ulfa menggandeng pak Jafar sebagai kosong duanya (calon wakil bupati, red), maka saya akan berjuang bersama-sama. Tapi, kalau bukan pak Jafar pasangannya saya minta maaf. Saya sebelumnnya sudah ada pilihan. Bahkan ada yang lebih ekstrem lagi. Sebelum ada isu majunya pak Jafar, dia (warga Kolut, red) berani bertaruh dengan masyarakat di desannya, jika yang didukungnya tidak menang di desanya maka silahkan ambil motornya. Tapi, setelah munculnya isu majunya pak Jafar, maka batallah perjudian itu, justru dia mau putar balik lagi, dia mau pasang untuk pak Jafar,” bebernya sembari tertawa.

Sama halnya yang diungkapkan tokoh masyarakat Batu Putih Kasman, dimana besar harapan masyarakat agar Ulfa dan Jafar berpasangan di Pilkada Kolut.

“Kalau seandainya pasangannya nanti bu Ulfa adalah pak Jafar, maka teman-teman disini (Batuputih, red) punya pekerjaan ringan. Artinya, besar harapan teman-teman disini agar bu Ulfa berpasangan dengan pak Jafar. Pertimbangannya itu, karena pak Jafar punya aset nama yang sudah familiar dan sangat diterima dikalangan masyarakat. Kalau perkembangannya bu Ulfa ini kita sudah besar, tapi masih ada lumbung-lumbung suara yang memang menjadi basis pak Jafar dan tidak bisa digoyang jika pak Jafar maju. Jika bukan pak Jafar yang diambil oleh bu Ulfa, maka saya pribadi angkat tangan, tapi bukan berarti saya lepas tangan, namun saya tidak bekerja keras. Saya lebih baik nyatakan memang dimuka, daripada munafik,” tandasnya.

Sementara itu, Muh. Jafar mengatakan, sangat mengapresiasi dukungan masyarakat yang menginginkannya maju di Pilkada Kolut. Namun, sebagai kader partai dia menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan partainya yang mengantarkannya duduk di kursi legislatif 2014 lalu. Apakan diberi kepercayaan maju atau tidak.

“Tahapan masih berjalan, kita sebagai kader partai (PDIP, red) hanya menunggu keputusan partai. Sejak awal saya sudah katakan, kenapa bisa muncul wacana sampai seheboh ini, kalau saya mau maju di Pilkada Kolut bergandengan dengan bu Ulfa? Tapi saya tetap aminkan dan semoga menjadi doa kita bersama,” ujarnya dengan santai saat ditemui di salah satu Warkop yang ada di Kota Kendari.

Ditanya mengenai undang-undang Pilkada, yang mengharuskan anggota DPRD mundur dari jabatannya saat maju di Pilkada? Anggota DPRD Sultra ini dengan tegas menyatakan siap mundur, jika nantinya diberi amanah oleh partai bertarung pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Intinya saya siap. Apapun itu,” tegas politisi PDIP ini. (k2/wir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top