Fikrah Korban Pemasungan di Raha Lari ke Kendari, Terlantar dan Dibina di Dinsos Kendari – KOLAKA POS

KOLAKA POS

KOTA KENDARI

Fikrah Korban Pemasungan di Raha Lari ke Kendari, Terlantar dan Dibina di Dinsos Kendari

KOLAKA POS,
KENDARI-Kekerasan pada anak di bawah umur terjadi lagi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Pasalnya kemarin (24/5) ditemukan seseorang anak berusia 9 tahun bernama Fikrah — terlantar dan terbaring lemah di pinggiran kota Kendari tepatnya di depan masjid Agung Al-Kautsar Kendari.

Awal ditemukannya Fikrah karena razia dari satuan polisi pamong praja di seputaran kota Kendari. Saat razia itulah ditemukan anak malang yang tertidur lemah di depan masjid Agung.Selanjutnya polisi pamong praja membawa anak tersebut ke pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rebalitasi Sosial, Jamaludin menuturkan kronologis tersebut terjadi pada pukul 9.30 WITA. “Satpol PP melakukan razia, anak itu tengah terbaring kelaparan didepan masjid terbesar di Kendari, ketika ditanya dia, katanya dia melarikan diri dari Muna, karena ingin dipasung oleh bapaknya,” ungkapnya.

Ceritanya, ia bisa sampai di Kendari karena melepas pasungannya dibantu oleh sang neneknya dan langsung ikut naik kapal ke arah Kendari.

Jamaluddin juga menceritakan bahwa anak ini sudah seminggu terbaring di depan masjid Agung dan belum makan maupun minum, pakaian yang digunakan pun terlihat kusut.
Melihat kondisi yang memprihatinkan itu, pihak Dinas sosial tenaga kerja dan transmigrasi pun berusaha untuk memandikan Fikrah yang diperkirakan berumur 9 tahun ini, dan membelikan makanan, serta pakaian baru untuk dikenakan. “Dia makan sangat lahap,” tuturnya.

Langkah selanjutnya , pihak Dinas Sosial tenaga kerja dan transmigrasi adalah membawa Fikrah ke Panti sosial, dan akan memberitahukan ke orang tuanya, apakah orang tuanya akan mengambil anaknya kembali atau membiarkannya tetap di panti sosial.

Saat Fikrah menuju mobil dinas guna membawanya ke panti sosial, diapun menjawab pertanyaan awak media walau sedikit terbata-bata. “Saya dipasung sama bapak lama sekali, nenek yang buka pasungku. Dan saya lari ikut kapal ke sini (Kendari, red) saya mau tinggal di panti dari pada pulang ke Raha, nanti dipasung lagi,’ kata Fikrah dengan raut wajah sedikit senyum. (P1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top