Pansus DJL Gagal? – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Metro Kolaka

Pansus DJL Gagal?

KOLAKA POS,
KOLAKA-Apa kabar panitia khusus (Pansus) DPRD Kolaka, yang dibentuk untuk menangani permasalahan di lahan perkebunan kelapa sawit milik PT. Damai Jaya Lestari (DJL) di Tanggetada? Seyogyanya, Pansus tersebut sudah harus mengambil keputusan atau rekomendasi hingga akhir April lalu, sejak ditetapkan secara resmi menjadi Pansus, namun hingga kini kinerja Pansus tersebut belum juga membuahkan hasil. Apakah pansus ini telah gagal?
Rusman, Legislator Demokrat yang menjadi Ketua Pansus, sontak membantah jika Pansus tersebut telah gagal. Sebab menurutnya, saat ini Pansus tinggal memanggil pihak perusahaan lalu mengeluarkan keputusan.
“Tidak gagal, kita masih jalan, tinggal klarifikasi saja sebenarnya, lalu kita keluarkan rekomendasi, keterangan-keterangan lain kita sudah dapatkan,” tutur Rusman.
Terkait waktu keberadan tim Pansus, anggota DPRD dari zona Selatan ini mengatakan, bahwa hal itu sudah dikomunikasikan dengan ketua DPRD Kolaka untuk diperpanjang lagi. “Memang waktunya sampai April, tetapi kita sudah komunikasikan dengan Ketua DPRD untuk diperpanjang lagi, tetapi tidak lama hanya 1 bulan saja,” ungkapnya.
Menurutnya, sudah ada beberapa hal yang dihasilkan dari Pansus terkait persoalan DJL tersebut. “Sudah ada beberapa hal yang saya kira sudah ada titik temu yang bisa menjadi kesimpulan, dan memang kita tidak mau persoalan DJL ini selesai hanya sepotong-sepotong saja, kita mau menyeluruh, agar kedepannya tidak ada lagi terulang terbentuk Pansus-Pansus DJL terus-terusan,” ujarnya.
Bahkan dirinya mengakui jika Pansus berjalan lamban, selain adanya kendala dengan bertepatannya beberapa agenda, hal lain adalah tidak adanya anggaran khusus untuk Pansus itu. “Memang kita akui lamban, tetapi bukan berarti kita tidak bekerja, minggu kemarin sebenarnya kita sudah agendakan pemanggilan dengan pihak DJL, hanya saja kita batalkan karena menghargai adanya agenda Halo Sultra di Kolaka, lalu untuk diketahui Pansus ini tidak ada anggaran khususnya, itulah mengapa ada beberapa anggota yang mungkin tidak terlalu mengikuti Pansus ini, jadi tidak benar kalau kita menghabiskan uang menggunakan anggaran khusus. Tidak ada (anggaran Pansus DJL, red) itu, pihak Sekretariat tidak menganggarkannya, jadi kita jalan menggunakan biaya SPPD saja,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dimasa perpanjangn Pansus DJL ini, pihaknya tinggal melakukan komunikasi-komunikasi dengan pihak pemerintah dan PT. DJL, sebelum mengeluarkan kesimpulan. “Persoalan intinya kan yaitu masalah bagi hasil, masalah penggajian tenaga kerja dan masalah kontribusi perusahaan kepada pemerintah, itu semua tinggal di konekkan dengan pemerintah dan PT. DJL,” katanya.
Selain itu, katanya, PT. DJL juga siap menyanggupi beberapa hal yang jika Pemda Kolaka memintanya. Seperti persoalan limbah sisa olahan sawit yang masih bernilai ekonomis, untuk dikerjasamakan dengan Pemda. “Pihak DJL siap melakukan kerjasama dengan Pemda, terkait limbah sisa olahan yang masih bernilai ekonomis, misalnya masih bisa dibikin sabun, Pihak DJL siap bekerjasama membangun pabrik sabun atau mau diapakan limbah itu dengan pembagian 60-40, 60 untuk pemda 40 untuk perusahaan,” jelasnya.
Tak hanya itu, terkait kontribusi seperti yang ada di Konawe Utara lanjut Rusman, pihak DJL juga sudah menyatakan kesiapannya, hanya saja tinggal pemerintah membuat proposal. Namun kata Rusaman, pemerintah juga mesti mencarikan solusi terkait keberadaan lahan inti untuk perkebunan sawit itu, yang selama ini belum ada yang sesuai MoU DJL dan Pemda sebelumnya. “Di Konawe Utara itu, setiap hasil penjualan CPO-nya Pemda (Konut, red) dapat kontribusi dan miliaran itu pertahunnya, pihak DJL menyatakan juga akan memberikan itu tergantung dari Pemda yang membuat proposal permintaan. Selain itu, pihak DJL juga meminta Pemda mencarikan solusi, mengenai lahan inti mereka, sebab itu sesuai MOU pertama yang ada, terkait biaya yang ditimbulkan pihak DJL menyatakan kesiapannya,” ungkapnya.
Sehingga kata Rusman, persoalan DJL tinggal dikomunikasikan, sebab sudah ada beberapa titik temu. Ia juga mengatakan bahwa dalam waktu sebulan itu Pansus sudah bisa mengeluarkan kesimpulan. “Jadi tinggal dikomunikasiakn saja sebenarnya, sudah ada beberapa titik temunya, Insya Allah satu dua minggu ini kita sudah keluarkan kesimpulan,” tutupnya. (cr4/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top